"Kehidupan, mungkin adanya kehidupan karena kehidupan itu sendiri, dan definisi kehidupan itu masih belum di definisikan, mengapa dan kenapa " Hasan

Selasa, November 18, 2014

The City of Pejuang

kemarin, ahad saya berkunjung ke kota pahlawan, pada awalnya emang niat untuk menonton konsernya MH Ainun Nadjib dan Kiai Kanjeng tapi, sekalian silaturahmi ke tempat temen-temen juga akhirnya. hehehe

banyak kejadian di Surabaya, saya bertemu orang-orang unik di sana, ga kenal tapi langsung akrab -,-

berangkat jam setengah 2 dari malang sampe surabaya jam 4 subuh, pada perjalanan saya sempat menabrak pinggiran trotoar, sehingga rem belakang yang di pijakan sampe nyentuh ke pijakan, bengkok lah

sampe surabaya, ga tahu arah, akhirnya coba" jalan sampe ke bungkul(tempat yg paling sering saya kunjungi di surabaya) hehe
langsung sholat subuh di musholanya sunan bungkul,
awalnya saya pengen makmum, udah menyentuh orang yang ingin saya jadikan imam, dengan seketika orang itu langsung membatalkan sholatnya

dan saya tanya " loh kenapa pak?"
jawabnya "maaf mas saya ga bisa imam"
saya tanya lagi "tapi kenapa pak?"
jawab nya lagi "saya lagi GALAU mas, mending sholat sendiri-sendiri"i

akhirnya sholat sendiri-sendiri
ketika saya sholat saya dimakmumi dan setelah sholat shubuh tadi, kita berbincang sedikit menarik lagi, beliau agak Tua orangnya

''merah-putih, saya hormat dengan anda mas'' katanya karena songkok saya merah putih sih warnanya
sambil salaman beliau cerita,
''masih sekolah mas?''
"iya pak"
"saya negarawan mas, do'akan saya jadi presiden, loh namanya siapa mas?"
"aamiin, hasan pak"
"dulu saat kuliah, walau biasanya ditempuh 8 semester, saya lulus cumlaud mas, saya tempuh 7 semester, masnya kuliah dimana?"
"di UIN pak"
"ya masnya do'akan saya jadi presiden, nanti masnya ku angkat jadi menteri agama"
"waduh, iya pak, do'akan saya cepet pandai pak"
"baca ya rasyidu, Allah Maha Pandai"

setelah  itu sembari meninggalkan mushola, saya jalan" memutari taman bungkul, sempet ditawari "botolan mas" salah satu sudut taman itu, sambil tertawa lirih saya berlalu
soalnya masih pagi banget, masih banyak anak nongkrongnya, dan akhirnya saya berhenti di warung kopi deket mushola setelah memutari taman bungkul 2 kali -,-

setelah meneguk segelas kopi, saya jalan" lagi di taman bungkul itu dan suasana sudah berubah, sudah agak lebih kerasa kekeluargaan, soalnya banyak keluarga yang pada datang dan di tempat itu sedang diadakan car free day

setelah agak puas dengan taman bungkul saya langsung beranjak ke arah tugu pahlawan(tempat konsernya mbah nun), dengan pengetahuan yang "nothing" saya mencoba mencari-cari arah, setelah sekitar satu setengah jam'an lah dari bungkul saya sampe ke tugu pahlawan

langsung saja jalan-jalan lagi di tamannya, sayangnya ketika mau masuk museum, banyak yang antri, isyarat tidak boleh masuk -,-


setelah agak puas lagi mengitari taman tugu pahlawan, langsung saja ke tujuan saya yang pertama, setelah sampe di tempat ga tahu kenapa, drummernya Kiai Kanjeng lewat dengan tenang di depan saya dan saya melintas begitu saja, tetapi setelah agak teringat, saya kejar beliau dan meminta foto, dan ternyata diperbolehkan hehehe
with Drummer of Kiai Kanjeng


setelah menunggu acaranya dimulai, dan ketika itu Mbah Nun belum datang Kiai kanjeng membuka acara dengan mepersembahkan 3 lagu, lupa saya apa saja

setelah 3 lagu tersebut dan beberapa acara dari panitia akhirnya yang ditunggu datang, langsung membuka pembicaraanya dengan tema "Kreasi dan Rekreasi"

dan pada selingan pembicaraanya Kiai Kanjeng mempersembahkan lagu dangdut dan ada beberapa dari penonton yang ikut berjoget, penonton yang lain banyak yang terhibur dan tertawa karena jogetan dari penonton yang di depan unik-unik, hahaha


malah ada yang bagian nyawer
setelah lagu berhenti dan pembicara berlanjut, ada satu kalimat beliau yang saya ingat kemarin
"Dalam hidup itu ada 3, hukum, moral dan cinta, jika hukum itu seperti hukum kita ini, yang menuntut kehendak yang berkuasa kepada rakyatnya, Sedangkan moral adalah adalah moral kita terhadap orang lain, yaitu menghargai, memberi tanpa pamrih, berbuat baik terhadap sesama, berarti orang lain menuntut kita secara tidak langsung untuk berbuat baik kepada mereka, kalau "Cinta" keduanya tidak saling menuntut, malahan saling memberi satu sama lain, kalau sudah dalam hal ini, kurang ajar sedikit ga masalah, misalkan kita bertemu dengan teman, kalau disini nyapa"bagaimana kabarmu bro?" ga patut kan, biasanya yo "pie kabare c*k" karo nempeleng ngono, lha kui cinta jenenge"

setelah pembicaraan selesai kiai kanjeng menutupnya dengan lau"kemesraan" iwan fals
ya pada saat itu saya juga sempat berfoto dengan direktur BI jatim
dapet doa juga semoga cepet sukses dari beliau hehe

setelah keseluruhan acara selesai, langsung hubungin teman-teman yang ada di surabaya dan mencoba mencari alamat mereka masing masing, dengan tanpa arah saya ternyata sampe jam 12 hanya berputar-putar di situ-situ aja, ngelewati carefour sekitar 5kali -_-
akhirnya rehat dan bertemu dengan orang muda yang keliatan lagi kerja


tapi ternyata, saya ditawari pekerjaan apa gitu, ga paham, hahaha anak surabaya cepet ternyata akrabnya dengan orang asing kaya saya, padahal saya tidak -,-

sembari meminta alamat Teman, saya mencoba berputar-putar lagi dan akhirnya sampe di tempatnya Mbah de, dan "seperti biasa saya belajar banyak dari beliau" #salut

setelahnya berkunjung ke tempate fendi, langsung paham arahnya, ga tahu kenapa yakin aja pake jalan yang ini, yang ini, akhirnya langsung sampe di depan kontraan omnya
setelah itu seperti biasanya "eror"an" hahaha, sambil nanya kabar anak" yang lain ternyata saya baru tahu ada satu lagi temen yang ada di sby yang bisa disambangi :v

langsung abis maghrib sampe ke tempat margi bareng fendi, dan walaupun pada awalnya bilang mau kasih jamuan, ternyata cuma dikasih satu snack :v
fendi ga mau dan akhirnya kumakan sendiri #efek


ya setelah berkunjung ke ketiga teman Kompas tersebut saya langsung berangkat pulang dan sampai Malang lagi jam 11 malem, yap sekian

dan kata" teman saya
"fik, songkokmu koyo sinterklas" lah kathe bagi" hadiah :v
"awakmu ketoke nanggung beban" pie ga nanggung beban, keselen ndes :v
"iyo iki grafik sing saiki berubah" dadi power rangers :p

nais trip in sby, there're many thing to learn, to enjoy the life, and freedom of everything ^^

Senin, Juli 21, 2014

Entah

Kususuri Tahajjud pertamaku pada bulan penuh berkah ini pada malam yang agak telat, entah apa yang membuat saya tergerak untuk beribadah tahajjud pada malam ini. Dan masih terngiang di telinga ini akan salahnya imam untuk membacakan ayat pada sholat tarawih kemarin, yang harusnya ’Qalu a’lamu Maa La ta’lamun’ tapi sang imam membacanya ‘Qalu ta’lamuna la Tubduuna A’lamun’, seharusnya saya membenarkannya, tetapi apa daya saya hanyalah ma’mum muda di shaf paling belakang, seharunya yang di di depan yang membenarkannya. pada apa yang kujalani setelah hari ini, saya berfikir, memang sudah saatnya saya mendalami ajaran agama ini [lagi], Saya terlalu berfikir kepada sesuatu yang tidak jelas, emang sempat terlintas dalam pikiran, mengapa saya tidak belajar tawakkal dan ikhlas saja daripada apa yang ada di dalam pikiran yang terus menerus bertanya tentang suatu hal, tetapi saya juga bingung tentang semuanya.

Dalam tahajjudku juga kubacakan surah al-qadr, memang katanya memang akan diturunkan lailatul qadr pada malam-malam terakhir bulan ramadhan ini, tahajjud ini selalu kubacakan al qadr pada rakaat keduanya, Ia berfirman ‘sesungguhnya telah diturunkan kepadamu Lalilatul Qadr’ dan diteruskan dengan Pertanyaan ‘Apakah kamu tahu apa itu Lailatul Qadr?’ dijawab olehNya ‘Lailatul Qadr adalah mlama yang lebih baik daripada seribu bulan’, dalam ayat tersebut timbul lagi pertanyaan, jikalau sahur adalah ibadah, maka apakah setiap orang yang sahur pada malam itu akan memenangkan Al-qadr?

Entah mengapa dalam tahajjud ini, saya kurang tersentuh dengan semua keadaan dalam tahajjud ini. saya tahu saya bukan seseorang yang khusuk dalam sholatku dan saya tahu ilmu agama saya masih di bawah rata-rata, tetapi biasanya dalam tahajud semua itu akan hilang tetapi bukan kali ini, padahal dalam Al-fatihahku kusebut ‘hanya kepadaMu aku bersujud dan hanya kepadaMu aku menyembah’, Mu yang haq yaitu Tuhan Semesta Alam. Kuselipkan do’a dalam tahajjudku walaupun tidak khusuk, saya berdoa agar orang-orang di sekitar saya yang ada dalam masa ‘lalu’ dan sekarang selalu senantiasa diberi barokahMu dan selalu dalam lindunganMu agar mereka tidak tersesat dalam mengarungi samudra hidup yang penuh lika-liku ini, dan terimakasih untuk semuanya.



Malam sahur ini, dipenuhi bintang yang indah di langit kota kelahiranku ini, malam yang jarang saya lihat di kota perantauan, langit yang selalu bisa memberi kedamaian kepada orang-orang yang ‘galau’ akan kehidupannya sehingga banyak orang rela berjaga dalam hidupnya hanya untuk melihat langit malam hari dan merasakan angin malam kota ini, banyak hal yang emang tidak bisa dinalar dalam hidup ini, sehingga bisa membuat hidup ini terlihat membosankan.

Hidup ini bosan kah ?? banyak hal yang membuat hidup ini membosankan tetapi apakah jika begitu saya ini kufur akan nikmatNya, kurang bersyukurkah saya? Jawabannya memang, seharusnya saya belajar bersyukur lagi dan lagi, terimakasih kepadaNya karena telah menghadirkan orang-orang hebat dalam hidup ini, semoga orang-orang hebat ini selalu diberikan kehebatannya agar selalu bisa menghebatkanku dalam hidup ini.


Designed by
Blog Need Money | Distributed Deluxe Templates